Tukang Buah

Di sebuah kerajaan yang aneh, dimana sang raja memerintahkan seluruh penduduk di wilayahnya untuk tidak boleh memperjual belikan buah-buahan. Bagi yang melanggar akan mendapat hukuman yang berat.

Suatu ketika ada seseorang yang menyelundupkan buah salak 2 keranjang, yang dijual di pasar, dan dari tempat yang agak tersembunyi, si pedagang menjajakan buahnya.

“Salaak…salaaak… Salak manis, 10.000 per buah” Si tukang buah menjajakan dengan suara yang agak pelan, agar tidak terdengar penjaga istana. Biarpun harganya mahal, dalam sekejap 1 keranjang telah terjual habis. Maklumlah, jarang ada orang yang berani menjual buah-buahan di negeri tersebut.

Saat si tukang buah hendak menjajakan keranjang kedua, tiba-tiba 2 orang penjaga istana mencengkeram lengannya, dan salah satunya berseru “Hei, kamu ! Sudah dilarang menjual buah-buahan tapi masih saja kamu langgar. Sekarang kamu harus ikut saya ke istana.”

“Ampuuuun tuan…ampuuuuun….maafkan saya tuan dan lepaskan saya….” si tukang buah dengan melas meminta.

“Tidak bisa, kamu harus dihukum….ayo jalan” si penjaga menggelandang tukang buah ke istana.

Sesampai di istana raja, 2 penjaga tadi melaporkan kesalahan si Tukang Buah. Tentu saja sang Rajapun geram.

“Hhrrrmmmmm, hei kamu, sudah dilarang menjual buah masih saja dilanggar. Sekarang rasakan hukumannya” geram sang raja.

“Pengawal, pegang tangannya dan buka celananya” lanjut sang raja. “Aampuuun baginda…aamppuuuuuunnn” si tukang buah berusaha untuk memohon ampun.

“Pengawal, masukkan buah salak tadi tanpa dikupas, kedalam duburnya…!!” perintah raja sambil geram.

Sleb….salak pertama masuk. “Uuaaaadduuooooohhhhhh……” teriak si tukang buah.

Sleb….salak kedua masuk. “Arrgghh…dduuuuuuhhh……” teriak si tukang buah lagi.

Slergeb….salak ketiga masuk.

“Hua ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…” si tukang buah malah tertawa.  Semua yang hadir disitupun heran termasuk sang raja.

Slergerb….salak keempat masuk.

“Hua ha ha.. Huuua ha ha ha ha ha ha ha ha…” si tukang buah tertawa makin keras dan menjadi.

Sang raja sambil keheranan bertanya kepadanya “Kenapa kamu tertawa terbahak-bahak?”

Si tukang buah tertawa sambil menunjuk ke pintu masuk ruang istana, nampak 2 orang pengawal istana sedang menggiring tukang buah lainnya.

Sambil menahan tawa, si tukang buah salak berkata “Itu kawan saya yang baru ditangkap. Dia jualan Durian….huahahahaha…..”

“…..?*&#%$*&^$#”….” sang raja tertegun.

Advertisements

1 Comment

  1. wah, nggak lucu 😆


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s