Pengumuman..!!

Sebelumnya bendol minta maaf, karena akhir-2 ini jarang Blog Walking,  dikarenakan kesibukan neh.

Bukan karena sibuk nyiapin bendera Parpol ato ngurusin BBM yang turun ato minyak tanah yang sulit didapat, melainkan bendol sibuk menyiapkan rumah maya baru di sini.

Jadi..kalo anda mo berkunjung disana, monggo. Dengan senang hati saya terima. Tapi maaf, namanya juga rumah baru, jadi perabotannya masih belum lengkap.

Syukur-2 ada yang mau tukeran link dengan rumah yang baru.

Ada pepatah mengatakan “kalo ada yang baru, yang lama jangan ditinggalkan”. Yap..Humorbendol lama dan baru tetap ada.

Terima kasih

Advertisements

Obrolan di Warkop: Peduli Palestina

Waktu telah menunjukkan pukul 21:00 WIB, nampak si Bendol bergegas menuju café warung kopi langganan di deket rumahnya. Tampak warung itu sepi sekali. Kemana 2 Pria yang biasa nongkrong di situ? Ah..peduli amat. Yang penting malam ini Bendol bisa menikmati kopi tubruk kesukaannya di Warung Wak Men.

Bendol lantas memesan segelas kopi. Tatkala Bendol mengambil sebuah Tahu Berontak Isi, tiba-tiba datang 2 orang pria dan duduk berseberangan dengannya. Aha…itu mereka datang. Nampak wajah ke-2 orang itu serius sekali. Dalam hati Bendol bertanya, malam ini mereka ngobrolin tentang apa ya? Ah..rupanya mereka lagi ngebahas masalah serangan Israel ke Jalur Gaza. Beberapa saat kemudian mereka memesan masing-2 segelas kopi.

Lantas mereka melanjutkan pembicaraan seriusnya:

Continue reading

Kisah 2 Ekor Ayam Jago

Di salah satu peternakan ayam, terdapat 25 ekor ayam betina dan 1 ayam jago yang umurnya sudah tua sekali. Karena merasa bahwa ayam jago yang sudah tua tadi melewati masa suburnya, maka si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si Ayam jago tua menjadi merasa tersaingi. Lalu terjadi percakapan antara Ayam Jago Tua (JT) dan Ayam Jago Muda (JM) :

JT : Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betina-nya kan ada 25, jadi kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yg 10 ekor.

Continue reading

Obrolan di Warkop: Krisis Global

Malam ini hawanya dingin banget. Sejak tadi siang hujan rintik-2 tak kunjung reda. Tak menghalangi niat si Bendol keluar rumah, hanya tuk ngopi ke warung Mbak Su  Pak Men.

Bendol terperangah saat melihat 2 orang yang kemarin sudah parkir cangkruk duduk di warung itu. Sambil melirik ke kedua orang itu, Bendol memesan secangkir kopi, lalu tangan Bendol mengambil sebuah Pisang Goreng yang hangat.

Tampak wajah kedua orang tadi serius banget ngobrolin tentang Krisis Global. Waduh, Bendol sih kagak ngerti masalah beginian. Ya udah, dengerin aja daripada gak ada yang didengerin. Sambil menggigit pisang goreng, Bendol pasang kuping lebar-2.

Continue reading

Obrolan di Warung Kopi: Kebijakan-kah?

Sepertii malam-malam biasanya, malam ini si Bendol cangkruk duduk santai di warung kopi sebelah rumahnya. Sambil ditemani rokok favoritnya, dia memesan secangkir kopi manis. Hawa dingin mulai terasa menusuk tulang. Tak lupa diambilnya sebuah tahu goreng hangat.

Tanpa disadarinya, ada 2 lelaki setengah baya yang sedang berbincang-2 dengan amat sangat serius sekali. Rupanya ke-2 lelaki itu lebih dulu datang. Karena penasaran, Bendol mendengarkan apa yang mereka perbincangkan.

Pria 1: “…….. Itulah hidup. Kadang kita di atas, kadang pula kita di bawah”.

Pria 2: “Aku tahu itu. Tapi, bukan dengan cara seperti ini kan?”

Bendol menghisap rokoknya dalam-2. Sambil berpikir, apa topik pembicaraan kedua orang di depannya.

Continue reading