Kebahagiaan???

pemandanganBendol tinggal di sebuah desa yang padat penduduknya. Kebanyakan para penduduk menganut paham “Banyak anak, banyak Rejeki”. Namun, pada suatu hari, salah seorang tetangganya datang menemui Bendol dan berkata, “Ndol, kamu kan orang pandai. Saya mau minta tolong. Begini permasalahannya. Seperti yang kamu ketahui, rumah kami ini sangat kecil, sedangkan saya hidup bersama istri, enam anak, bapak saya yang sudah tua dan ibunya istri saya. Tentu saja rumah itu penuh sesak karena ada 10 orang dalam rumah yang sempit ini. Dan kami sama sekali tidak pernah merasakan kebahagiaan. Hidup kami ruwet setiap hari.”

Bendol berpikir sesaat, lalu berkata: “Kamu punya kambing?”

“Tidak,” jawab orang itu.

“Kalau begitu, belilah seekor kambing, dan peliharalah kambing itu di dalam rumahmu.” Kata Bendol dengan entengnya.

“Lho,” orang itu menjawab, “Kamar kami sudah sesak, kalau ada seekor kambing lagi masuk, tentu tambah sesak lagi dong.”

Bendol melotot matanya sambil berkata, “Kamu minta aku menolongmu atau tidak?”

“Ya, tentu saja, Ndol.”

“Nah, kalau begitu, beli seekor kambing. Jangan membantah dong”. Kata Bendol dengan nada tinggi.

Seminggu kemudian, orang itu datang lagi ke rumah Bendol. Bendol langsung bertanya, “Kamu sudah membeli kambing apa belum?”

“Sudah,” jawab orang itu.

“Kamu jadi bahagia sekarang?” Tanya Bendol.

“Ya jelas tidak. Rumah kami tambah penuh sesak, dan lebih sesak dari sebelumnya, dan kami semua tambah sengsara.” Kata orang itu dengan raut wajah yang sedih.

“Nah, kalau begitu, belilah enam ekor ayam jago dan pelihara ayam-ayam itu di dalam rumahmu juga.” Saran Bendol kemudian.

Seminggu kemudian ia bertemu tetangga itu untuk ketiga kalinya, dan tetangga itu bilang, “Bendol, keadaan rumah tangga kami makin kacau balau sekarang ini. Ada anak-anak, ada orang tua, ada kambing, ada ayam pula.”

Bendol tersenyum sambil berkata, “Kalau begitu, belilah seekor biri-biri, dan pelihara biri-birimu itu dalam rumahmu juga.”

Minggu berikutnya orang itu berkata, “Bendol. Mengerikan! Rumah kami benar-benar kayak neraka sekarang, benar-benar tidak bisa kami pertahankan lagi, binatang dan orang kacau balau dalam rumahku itu.”

Bendol tetap tersenyum penuh wibawa, sambil berkata “Bagus. Sekarang pulanglah dan jual
biri-biri itu.”

Minggu berikutnya orang itu datang menemui Bendol lagi, wajahnya tampak agak cerah, “Ah rumah kami agak legaan sedikit, barangkali karena biri-biri itu sudah tidak ada lagi.”

“Bagus…bagus…” kata Bendol, “Nah sekarang pulanglah dan jual ayam-ayam itu.”

Seminggu kemudian orang itu muncul lagi, sinar kebahagiaan mulai tampak di wajahnya, katanya, “Ayam-ayam sekarang sudah tidak ada, jadi suasana di rumah kami lebih mendingan lagi.”

Bendol tersenyum sambil berkata, “Sekarang juallah kambingmu!”

Minggu berikutnya orang itu nongol lagi, katanya tegas, “Rumah kami bagaikan istana sekarang. Bendol, kami semua bahagia hidup di dalamnya. Kau telah membantu kami sebaik-baiknya. Sekarang jauh lebih damai. Lebih nyaman. Terima kasih, Bendol.”

Nah…dimanakah letak kebahagiaan?

Pasti anda semua tahu jawabannya…..

=========
Bendol lupa ngambil bahan ini dari mana. Yang jelas, cerita ini bisa buat bahan Bendol tuk merenung, agar selalu bisa mensyukuri apa yang telah Allah berikan buat Bendol.

Mohon maaf kalo Bendol belum sempat nyambangi blog anda semua, karena ada sedikit permasalahan.

Terima kasih

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s